Tuesday, December 19, 2006,3:03 AM
aku, kerja dan pelacur
entah kutukan atau rahmat aku bekerja, beberapa orang memandang kerja adalah kutukan bohong besar bicara waktu luang, bohong besar bicara idealisme (eh idealisme apaan?) yang ada hanya absen dan perhitungan pembayaran tenaga di akhir bulan.
seperti pelacur murahan atau pelacur elitan sama saja begitupun aku.
mau malam siang atau waktu kantor sama saja jika aku tak menikmatinya yaaaa akupun melacurkan diri dengan pekerjaan, germonya bisa siapa saja atau bentuk apa saja perusahaan atau warung kopi pinggir jalan.
iiiiih aku tak mau jadi pelacur, sebaiknya aku menikmati saja pekerjaan ini, katanya tak ada pelacur yang mau berciuman dengan pelanggannya tapi aku akan bercumbu dengan pekerjaan ini hehehehehe sampai aku orgasme!!!!!
karena aku bukan pelacur

beberapa pelacur menikmati pekerjaannya bukan karena keterpaksaan, mereka bukan pelacur mereka hanya mencintai hidup, mencintai diri sendiri untuk hidup esok hari.......

jangaaan, jangan haluskan panggilan kepada ku dengan menyebutku karyawan, aku tak berkarya aku hanya buruh........sebagian mengelompokan ku ke dalam kelas pekerja aku seorang Proletar
 
diketik oleh helmi matari
seperti mentari yang tak mengeluh pada harus