Thursday, January 11, 2007,1:56 AM
secangkir kopi "bukan Filosofi kopi"
warung kopi di gedung tempatku "bekerja", sudah tak ada lagi.
bukan karena aku ingin minum di warung itu tapi ada cerita yang menarik sewaktu beberapa minggu lalu aku pulang ke Bandung.

temanku menceramahiku tentang pernikahan.... jodoh itu kata dia bisa dengan sembarang orang... dia saja bertemu dengan jodohnya (sekarang istrinya) karena perempuan itu pandai membuatkan kopi sehingga pas antara kopi dan gulanya (pas menuruk ukuran dia, karena menurutku istrinya selalu menyuguhiku dengan kopi yang terlalu manis).

hihihihi andai saja dia pernah ke Jakarta.....
beberapa pedagang kopi tidak bisa mencampur gula, kopi dengan takaran yang pas. lihat saja kita harus menuangkan gula dan mengaduknya sendiri padahal kopi yang di beli harganya lebih dari 20.000 rupiah!
 
diketik oleh helmi matari
seperti mentari yang tak mengeluh pada harus